Minggu, 06 Oktober 2013
Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara
sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi
menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan
informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe
data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis
data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana
basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih
lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi
data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga
update yang rumit.
Proses memasukkan dan
mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat
lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database
management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang
memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data
secara praktis dan efisien. Dengan kata lain semua akses ke basis data
akan ditangani oleh DBMS. Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS
yaitu mengolah pendefinisian data, dapat menangani permintaan pemakai
untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang
didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), menangani kegagalan
dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun
disk, dan menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien.
Tujuan
utama dari DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada
user (pengguna). Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana
data disimpan, dipelihara, dan tetap dapat diambil (akses) secara
efisien. Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang
struktur data yang kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh
pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya. Dilihat dari
jenisnya, basis data dibagi menjadi dua yaitu: Basis data flat-file.
Basis data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah
dengan mudah. Pada dasarnya, mereka tersusun dari sekumpulan string
dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi
yang disimpan. Basis data flat-file baik digunakan untuk menyimpan
daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data
flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan
data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk menyimpan
data semacam itu. Salah satu masalah menggunakan basis data jenis ini
adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang
melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi.
Basis data relasional.
Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara
penyimpanan. Kata “relasional” berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel
yang berada di basis data dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Basis
data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang
masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut).
Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key
(atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di
tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan karena
keunggulannya. Beberapa kelemahan yang mungkin dirasakan untuk basis
data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam
jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi dan proses
pencarian informasi yang lebih lambat karena perlu menghubungkan
tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel.
Jenis-jenis Database dan Teknologinya Pada era komputer dan internet
ini, peran database atau basis data sangat dominan. Hampir semua
kegiatan administratif di perkantoran dan institusi kini diintegrasikan
ke sistem komputasi dengan model database terpadu. Demikian juga,
layanan-layanan online di internet juga tidak terlepas dari peran
database. Lantas apakah jenis-jenis teknologi yang digunakan untuk
mengelola database?
Berikut ini adalah daftar jenis-jenis teknologi
database, yang sebagian besar merupakan Relational Database Management
System (RDBMS): Apache Derby (sebelumnya dikenal sebagai IBM
Cloudscape), merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open
source, dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Lazim digunakan di
program Java dan untuk pemrosesan transaksi online. IBM DB2, merupakan
aplikasi pengolah database yang dikembangkan IBM secara proprietary
(komersial). DB2 terbagi menjadi 3 varian, yaitu DB2 untuk Linux – Unix –
Windows, DB2 untuk z/OS (mainframe), dan DB2 untuk iSeries (OS/400).
Firebird, merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open
source, dikembangkan oleh Firebird Project. Lazim dijalankan di Linux,
Windows dan berbagai varian Unix. Microsoft SQL Server, merupakan
aplikasi pengolah database yang dikembangkan oleh Microsoft dan bersifat
proprietary (komersial),namun tersedia juga versi freeware-nya. Lazim
digunakan di berbagai versi Microsoft Windows. MySQL, merupakan aplikasi
pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh Oracle
(sebelumnya Sun dan MySQL AB).
Merupakan pengolah database yang paling
banyak digunakan di dunia dan lazim diterapkan untuk aplikasi web.
Oracle, merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat proprietary
(komersial), dikembangkan oleh Oracle Corporation. Pengolah database ini
terbagi dalam beberapa varian dengan segmen dan tujuan penggunaan yang
berbeda-beda. PostgreSQL atau Postgres, merupakan aplikasi pengolah
database yang bersifat open source, dikembangkan oleh PosgreSQL Global
Development Group. Tersedia dalam berbagai platform sistem operasi
seperti Linux, FreeBSD, Solaris, Windows, dan Mac OS. SQLite, merupakan
aplikasi pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh
D. Richard Hipp. Dikenal sebagai pengolah database yang sangat kecil
ukuran programnya, sehingga lazim ditanamkan di berbagai aplikasi
komputer, misalnya di web browser. Sybase, merupakan aplikasi pengolah
database yang bersifat proprietary (komersial), dikembangkan oleh SAP.
Ditargetkan untuk pengembangan aplikasi mobile. WebDNA, merupakan
aplikasi pengolah database yang bersifat freeware, dikembangkan oleh
WebDNA Software Corporation. Didesain untuk digunakan di web. Redis,
merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source,
dikembangkan oleh Salvatore Sanfilippo (disponsori oleh VMware.
Difungsikan untuk jaringan komputer. MongoDB, merupakan aplikasi
pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh 10gen.
Tersedia untuk berbagai platform sistem operasi dan dikenal telah
digunakan oleh situs Foursquare, MTV Networks, dan Craigslist. CouchDB,
merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source,
dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Difokuskan untuk digunakan
di server web.
Fungsi Database Fungsi Database ada untuk menyimpan data
data mulai dari judul kolom hingga record atau Baris terakhir dalam
daftar atau database. Database adalah koleksi “data operasional” yang
tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi. Data
input adalah data yang masuk dari luar sistem Data output adalah data
yang dihasilkan sistem Data operasional adalah data yang tersimpan pada
sistem. ada beberapa sifat database dan sifat sifat database adalah
sebagai berikut:
1. Kesatuan (integritas) dari filefile yang terlibat.
2. Internal
3 .Terbagi/share : Elemen elemen database dapat dibagikan
pada para user baik secara sendiri – sendiri maupun secara serentak dan
pada waktu yang sama (Concurrent sharing).
Elemen-elemen database : A.
Tipe :
1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel,
Universitas dan lain-lain.
2. Entity = File = Obyek pada enterprise
berdasarkan data yang disimpan
3. Atribute = Field = Data item =
Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
4. Record = Satu set
field yang merupakan ciri khas dari suatu file Istilah entity dan
atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal,
sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
Hubungan
: Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa
record dan record terdiri dari beberapa field. Enterprise Entity / File
Record Atribute/Field B. Isi / Nilai :
1. Data File : Seluruh isi data
pada file
2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field
dari suatu file
3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
Penggunaan Database dalam Bidang Psikologi Database adalah sistem
penyimpanan data memakai komputer, dimana banyak berbagai bidang
menggunakan database, tidak hanya dalam bidang tekhnologi informasi
saja. Bahkan saat ini database sudah pasti digunakan dalam berbagai
perusahaan, universitas, perkantoran, supermarket bahkan di rumah-rumah.
Orang akan lebih mudah mengerjakan sesuatu menggunakan database.
Database juga saat ini digunakan dalam bidang psikologi, pada mulanya
pelaksanaan tes Psikologi dan scoring dilakukan secara manual
menggunakan alat test yang manual seperti alat tulis dan perlengkapan
alat test lainnya. Namun seiring dengan perkembangan tekhnologi, dimana
system informasi mulai berkembang dengan SDM yang semakin banyak
menghasilkan karya-karya baru maka banyak alat-alat test psikologi yang
dibuat atau diciptakan dengan menggunakan database.
Test psikologi
dengan menggunakan komputer lebih mudah untuk digunakan. Seperti
mengerjakan beberapa alat tes seperti untuk test bakat, test
inteligensi, tes kepribadian dan test minat pekerjaan. Dimana orang yang
melaksanakan test lebih efisien dan mudah untuk mengerjakan atau
mengikuti petunjuk yang ada pada komputer. Biaya yang dikeluarkan juga
lebih murah dibandingkan dengan menggunakan alat test manual. Untuk
scoring test psikologi juga lebih mudah, karena komputer akan langsung
memproses dari hasil pengerjaan dan scoring, baik berupa kesimpulan
maupun hasil test akan lebih tepat dan akurat. Namun mungkin tidak smua
test psikologi dapat dikerjakan menggunakan komputer, karena beberapa
test psikologi hanya bisa dikerjakan secara manual.
Web Pribadi Raharja. Diberdayakan oleh Blogger.

Posting Komentar