Selasa, 08 Januari 2013
Nabi Idris as (bahasa Arab: إدريس)
merupakan salah satu nabi yang disebut namanya dalam Al Quran dan dengan
kenabiannya itu, Allah mengangkatnya ke martabat yang tinggi (QS
19:56-57). Meskipun dalam Alkitab, nabi Idris as diidentifikasi sebagai
Henokh, identitas sebenarnya dari nabi Idris as di Alkitab masih belum
jelas.
Menurut Al Quran
Nabi Idris as, disebutkan dua kali di
Al Quran dimana ia digambarkan sebagai orang yang benar (perkataan dan
perbuatannya) dan seorang nabi.
"Dan
ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut)
di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat
membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat
yang tinggi." (QS. Maryam: 56-57)
Penyebutan "Kami telah mengangkatnya
ke martabat yang tinggi" menyebabkan beberapa sejarawan percaya bila
nabi Idris as adalah Henokh. Sebab dalam Kitab Kejadian, Henokh juga
dikisahkan diangkat oleh Allah.
"Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." (Kejadian 5:24)
"Dan
(ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk
orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat
Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Al-Anbiya': 85-86)
Menurut Hadits
Menurut hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik:
"... Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi...." (Shahih Muslim 1:309 dan 1:314)
Diriwayatkan dari Abbas bin Malik:
" ... Gerbang telah terbuka, dan ketika aku pergi ke surga keempat, disana aku melihat Idris. Jibril berkata (kepadaku). 'Ini adalah Idris; berilah dia salammu.' Maka aku mengucapkan salam kepadanya dan ia mengucapkan salam kepadaku dan berkata. 'Selamat datang, wahai saudaraku yang alim dan nabi yang saleh. ... " (Sahih Bukhari 5:58:227)
Menjadi Nabi Di Usia 40 Tahun.
Nabi Idris as adalah keturunan keenam nabi Adam as, dari Yazid bin Mihla’iel bin Qinan bin Syits. Nabi Idris as juga merupakan kakek bapak dari nabi Nuh as. Nabi Idris as diperkirakan lahir 100 tahun setelah wafatnya nabi Adam as.
Dalam literatur Islam, Idris diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun, usia yang sama dengan nabi Muhammad saw. Nabi Idris as hidup di jaman ketika orang-orang mulai menyembah api (kaum nabi Idris as adalah keturunan Qabil, putra nabi Adam as yang melakukan pembunuhan pertama). Nabi Idris as kemudian membagi waktunya menjadi 2 dalam seminggu. Yakni selama tiga hari Nabi Idris akan mengajarkan kepada kaumnya. Dan empat hari berikutnya, nabi Idris as akan mencurahkan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah.
"... Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi...." (Shahih Muslim 1:309 dan 1:314)
Diriwayatkan dari Abbas bin Malik:
" ... Gerbang telah terbuka, dan ketika aku pergi ke surga keempat, disana aku melihat Idris. Jibril berkata (kepadaku). 'Ini adalah Idris; berilah dia salammu.' Maka aku mengucapkan salam kepadanya dan ia mengucapkan salam kepadaku dan berkata. 'Selamat datang, wahai saudaraku yang alim dan nabi yang saleh. ... " (Sahih Bukhari 5:58:227)
Menjadi Nabi Di Usia 40 Tahun.
Nabi Idris as adalah keturunan keenam nabi Adam as, dari Yazid bin Mihla’iel bin Qinan bin Syits. Nabi Idris as juga merupakan kakek bapak dari nabi Nuh as. Nabi Idris as diperkirakan lahir 100 tahun setelah wafatnya nabi Adam as.
Dalam literatur Islam, Idris diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun, usia yang sama dengan nabi Muhammad saw. Nabi Idris as hidup di jaman ketika orang-orang mulai menyembah api (kaum nabi Idris as adalah keturunan Qabil, putra nabi Adam as yang melakukan pembunuhan pertama). Nabi Idris as kemudian membagi waktunya menjadi 2 dalam seminggu. Yakni selama tiga hari Nabi Idris akan mengajarkan kepada kaumnya. Dan empat hari berikutnya, nabi Idris as akan mencurahkan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah.
Manusia Pertama Yang Menggunakan Pena
Ibnu Abbas berkata, "Dawud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala." (dari al-Hakim)
At-Tabari (sejarawan dan pemikir
muslim) mengambarkan nabi Idris as sebagai orang yang memiliki
kebijaksanaan yang besar dan pengetahuan yang luas. Dialah manusia
pertama yang menggunakan pena, mengenal tulisan, menguasai berbagai
bahasa, ilmu perhitungan, ilmu alam, astronomi, dan lain sebagainya.
Bahkan nabi Idris as dipercaya sebagai orang pertama yang menguasai ilmu
menjahit.
Ibnu Abbas berkata, "Dawud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala." (dari al-Hakim)
Hijrah Ke Mesir
Disebabkan sebagian besar umatnya
kufur, nabi Idris as mengajak umatnya yang beriman untuk hijrah ke
Mesir. Awalnya ajakan ini ditolak sebab umatnya khawatir Mesir negeri
yang tandus, namun akhirnya mereka bersedia untuk turut serta hijrah ke
Mesir.
Diuji Iblis
Suatu ketika Iblis datang mengunjungi
nabi Idris as yang sedang menjahit. Iblis lalu menantang nabi Idris as
untuk memasukkan dunia ke dalam telur. Nabi Idris as kemudian menjawab
bahwa Tuhannya tidak hanya mampu memasukkan dunia ke dalam telur, tetapi
juga memasukkan dunia ke dalam lubang jarum. Setelah berkata demikian,
nabi Idris as kemudian langsung menusukkan jarum ke mata Iblis. Iblis
tersebut akhirnya melarikan diri.
Malaikat Izrail lalu menjelaskan, ia mencabut nyawa nabi Idris as dengan lemah lembut seperti yang biasa dilakukan ketika mencabut nyawa orang-orang beriman.
Karena penasaran, kemudian nabi Idris as bertanya bagaimana rasa kematian orang tidak beriman. Malaikat Izrail menjelaskan, mereka akan dicabut nyawanya dengan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit tersebut akan terus dirasakan hingga hari kiamat.
2. Melihat Surga Dan Neraka
Dikunjungi Malaikat Izrail - Malaikat Pencabut Nyawa
Kesalehan nabi Idris as mengundang
kekaguman para malaikat. Suatu ketika dengan menyamar sebagai manusia,
datanglah malaikat Izrail berkunjung ke rumah nabi Idris as. Setelah
menyampaikan salam, malaikat Izrail dipersilahkan masuk. Awalnya nabi
Idris as tidak menyadari bila tamunya merupakan malaikat. Namun setelah
beberapa hari menolak untuk makan dan tidur, nabi Idris as akhirnya
dengan hati-hati menanyakan keanehan tersebut kepada tamunya.
Alangkah terkejutnya nabi Idris as setelah mengetahui tamunya merupakan malaikat Izrail.
“Saya adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa,” kata sang tamu. Nabi Idris as sangat kaget.
“Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya nabi Idris as
Alangkah terkejutnya nabi Idris as setelah mengetahui tamunya merupakan malaikat Izrail.
“Saya adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa,” kata sang tamu. Nabi Idris as sangat kaget.
“Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya nabi Idris as
Malaikat Izrail kemudian menjelaskan
kehadirannya karena ingin lebih mengenal nabi Idris as lebih dekat.
Mengetahui hal ini nabi Idris as kemudian memanfaatkan kehadiran
malaikat Izrail dengan mengajukan dua permintaan. Permintaan pertama
adalah bagaimana rasanya mati? Permintaan kedua adalah keinginan untuk
melihat surga dan neraka. Dengan ijin Allah, malaikat Izrail memenuhi
dua permintaan tersebut.
1. Rasa Sakit Kematian Permintaan
Permintaan pertama nabi Idris as adalah ingin mengetahui bagaimana rasanya nyawa dicabut?
“Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar nabi Idris.
Permintaan yang aneh, sebab umumnya manusia sangat takut dengan kematian. Malaikat Izrail kemudian mencabut nyawa nabi Idris as. Setelah bangun dari kematian nabi Idris as kemudian ditanya bagaimana rasanya sakaratul maut?
"Sesungguhnya ibarat terkelupasnya kulit dalam keadaan hidup-hidup, maka rasa sakit menghadapi maut itu lebih dari 1000 kali sakitnya." ujar nabi Idris as.
“Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar nabi Idris.
Permintaan yang aneh, sebab umumnya manusia sangat takut dengan kematian. Malaikat Izrail kemudian mencabut nyawa nabi Idris as. Setelah bangun dari kematian nabi Idris as kemudian ditanya bagaimana rasanya sakaratul maut?
"Sesungguhnya ibarat terkelupasnya kulit dalam keadaan hidup-hidup, maka rasa sakit menghadapi maut itu lebih dari 1000 kali sakitnya." ujar nabi Idris as.
Malaikat Izrail lalu menjelaskan, ia mencabut nyawa nabi Idris as dengan lemah lembut seperti yang biasa dilakukan ketika mencabut nyawa orang-orang beriman.
Karena penasaran, kemudian nabi Idris as bertanya bagaimana rasa kematian orang tidak beriman. Malaikat Izrail menjelaskan, mereka akan dicabut nyawanya dengan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit tersebut akan terus dirasakan hingga hari kiamat.
2. Melihat Surga Dan Neraka
Permintaan kedua nabi Idris as adalah
keinginannya untuk melihat surga dan neraka. Lagi-lagi malaikat Izrail
menunjukan keheranannya.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para malaikat pun takut melihatnya,” sahut malaikat Izrail.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,”ujar nabi Idris as.
Setibanya di neraka, nabi Idris as langsung pingsan tak sanggup melihat kekejaman di neraka. Malaikat penjaga neraka sangat menakutkan dan menyeret semua manusia yang durhaka kepada Allah ke dalam berbagai siksaan yang mengerikan. Api neraka berkobar dahsyat, suara gemuruhnya membuat gentar, pemandangan yang sangat menakutkan.
Melihat surga, nabi Idris as sangat terpesona, kagum dengan keindahannya. Berkali-kali diucapkannya, "Subhanallah, subhanallah, subhanallah....". Sungai-sungai surga airnya bening seperti kaca. Pohon-pohonnya batangnya terbuat dari emas dan perak. Pohon buah-buahan ada di setiap penjuru dan buahnya segar, ranum dan harum.
Nabi Idris as sangat ingin meminum air surga, “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”. Malaikat Izrail pun menjawab, “Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.”.
Malaikat tersebut bertanya kepada malaikat maut, berapa sisa umur nabi Idris as? Malaikat maut kemudian bertanya, dimanakah nabi Idris karena dirinya telah diperintahkan untuk mencabut nyawanya. Akhirnya nabi Idris meninggal dan tetap berada di langit keempat.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para malaikat pun takut melihatnya,” sahut malaikat Izrail.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,”ujar nabi Idris as.
Setibanya di neraka, nabi Idris as langsung pingsan tak sanggup melihat kekejaman di neraka. Malaikat penjaga neraka sangat menakutkan dan menyeret semua manusia yang durhaka kepada Allah ke dalam berbagai siksaan yang mengerikan. Api neraka berkobar dahsyat, suara gemuruhnya membuat gentar, pemandangan yang sangat menakutkan.
Dari neraka, kemudian nabi Idris as
diantar ke surga. Malaikat Ridwan menyambutnya dengan suka cita.
Penghuni surga akan senang bertemu dengan malaikat Ridwan, karena ia
akan menyambutnya dengan sikap sopan dan lemah lembut.
Melihat surga, nabi Idris as sangat terpesona, kagum dengan keindahannya. Berkali-kali diucapkannya, "Subhanallah, subhanallah, subhanallah....". Sungai-sungai surga airnya bening seperti kaca. Pohon-pohonnya batangnya terbuat dari emas dan perak. Pohon buah-buahan ada di setiap penjuru dan buahnya segar, ranum dan harum.
Nabi Idris as juga melihat
istana-istana pualam bagi penghuni surga. Ketika berkeliling, nabi Idris
as didampingi bidadari-bidadari cantik dan anak-anak muda yang wajahnya
amat tampan. Mereka semua bertingkah laku dan bertutur kata sopan.
Nabi Idris as sangat ingin meminum air surga, “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”. Malaikat Izrail pun menjawab, “Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.”.
Maka para pelayan surga pun datang,
mereka mengantarkan minuman air surga menggunakan gelas berupa piala
yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris as pun meminum air surga
itu dengan penuh nikmat. “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah....,”, nabi Idris as bersyukur berulang-ulang.
Kematian Nabi Idris as?
Dikisahkan nabi Idris as hidup hingga
umur 365 tahun dan berteman erat dengan malaikat penghuni surga.
Malaikat tersebut kemudian membawanya ke langit namun terhenti di langit
keempat. Mereka bertemu dengan malaikat maut.Malaikat tersebut bertanya kepada malaikat maut, berapa sisa umur nabi Idris as? Malaikat maut kemudian bertanya, dimanakah nabi Idris karena dirinya telah diperintahkan untuk mencabut nyawanya. Akhirnya nabi Idris meninggal dan tetap berada di langit keempat.
Seperti dijelaskan pada hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik:
"...
Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang
bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa
bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus?
Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana
ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.
Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang
tinggi...." (Shahih Muslim 1:309 dan 1:314)
Related Posts :
- Back to Home »
- Kisah Para Nabi Dan Rasul »
- Kisah Nabi Idris AS
Web Pribadi Raharja. Diberdayakan oleh Blogger.
Posting Komentar