Senin, 03 September 2012
Telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan para Mufassir tentang tempat keluarnya Dajjal. Ada yang mengatakan Dajjal itu akan keluar dari negri Khurasan, termasuk wilayah Iran. Ada lagi yang berpendapat bahwa Dajjal itu akan keluar dari negri yang ada diantara Iraq dan Syiria. Pendapat yang terakhir ini berdasarkan Hadist berikut ini :
"Pada suatu pagi Rasullullah saw menerangkan tentang Dajjal, beliau merendahkan dan meninggikan suaranya, sehingga kami seakan-akan dekat dengan sekumpulan lebah (maksudnya kurang bisa memahami tentang apa yang dekemukakan Rasullullah saw)
Pada waktu petang hari kami bertemu dengan Nabi Muhammad saw, dan beliau mengetahui bahwa kami ingin bertanya. lalu beliau (mendahului) berkata: "Ada keperluan Apa?" Lantas kami menjawab: "Ya Rasullullah, tadi pagi engkau menceritakan tentang Dajjal, engkau menceritakannya dengan suara rendah dan kadang-kadang meninggi sehingga kami seakan-akan dekat fengan sekawanan lebah (maksudnya tidak mengerti). Kemuadian Rasullullah saw berkata: "Selain Dajjal ada yang lebih kucemaskan terhadap kamu, maka setiap orang membela dirinya sendiri dan Allah swt mengganti aku mempertahankan setiap Muslim.
Sesungguhnya Dajjal itu adalah seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya, matanya celek, seolah-olah aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan. Siapa diantara kamu mendapatinya maka hendaklah dibaca permulaan surat Al Kahfi. Sesungguhnya ia akan keluar di suatu tempat antara Irak dan negri Syam atau Syiria. Dan ia merusak segalanya.
Hai hamba Allah teguhkanlah pendirianmu. Kemudian kami bertanya: "Ya Rasullullah, berapa lama Dajjal tinggal di bumi ini?" lantas nabi saw menjawab: "Empat puluh hari" dimana ada hari yang sama dengan setahun, ada yang sama dengan sebulan, ada yang sama dengan sepekan dan hari yang selebihnya sama dengan yang biasanya.
Kami selanjutnya bertanya : "Ya Rasullullah , dihari yang sama dengan setahun itu, cukupkah untuk kami melakukan shalat satu hari (lima waktu) ? Nabi saw menjawab "Tidak, kamu perkirakan saja ukurannya". Kami bertanya lagi : "Ya Rasullullah berapakahkecepatan Dajjal di muka bumi ini ?" Nabi saw menjawab : "Seperti hujan yang dihalau angin.
Untuk itu, kaum muslimin harus memperhatikan tentang perputaran waktu, terutama jam-jam shalat. ini penting sekali agar shalatnya tidak teledor. Sebab saat gencar-gencarnya fitnah yang disebarkan oleh Dajjal dan setan, tidak ada lagi tempat untukberlindung kecuali mendekatkan diri kepada allah swt dengan menjalani perintah dan menjauhi larangannya, karna hanya kepada allah swt lah yang bisa dimintai pertolongan
Kami selanjutnya bertanya : "Ya Rasullullah , dihari yang sama dengan setahun itu, cukupkah untuk kami melakukan shalat satu hari (lima waktu) ? Nabi saw menjawab "Tidak, kamu perkirakan saja ukurannya". Kami bertanya lagi : "Ya Rasullullah berapakahkecepatan Dajjal di muka bumi ini ?" Nabi saw menjawab : "Seperti hujan yang dihalau angin.
Untuk itu, kaum muslimin harus memperhatikan tentang perputaran waktu, terutama jam-jam shalat. ini penting sekali agar shalatnya tidak teledor. Sebab saat gencar-gencarnya fitnah yang disebarkan oleh Dajjal dan setan, tidak ada lagi tempat untukberlindung kecuali mendekatkan diri kepada allah swt dengan menjalani perintah dan menjauhi larangannya, karna hanya kepada allah swt lah yang bisa dimintai pertolongan
Related Posts :
- Back to Home »
- Artikel Akhir Zaman , Artikel Islami »
- Munculnya Dajjal Di Muka Bumi
Web Pribadi Raharja. Diberdayakan oleh Blogger.
Posting Komentar